Kamis, 15 Desember 2011

IBADAH YANG NYATA DALAM KEYAKINAN

Sering kali orang menilai keyakinan seseorang dengan kacamata keyakinannya ( dalam hal ini satu agama atau keyakinan) Kalau pemahaman atau cara menafsirnak Kitab Sucinya tak sepaham sering kali di diskriminasikan dengan kata ALIRAN, yang tentunya di anggap menyimpang.bagi kelompok mereka. Sampai kapankah kita akan dapat menerima perbedaan sebuah keyakinan dengan tanpa menganggap yang lain salah?? bukankah Tuhan tidak pernah mempersulit dengan cara-2 yang rumit untuk mendekatkan diri kepada -Nya.Cukupkah kita pergi ke tempat suci pada hari yang ditentukan dan memberikan persembahan baik materi maupun yang lain ke tempat di mana kita melakukan ritual ibadah?? Orang begitu terlihat alim ketika berada di tempat suci namun tak bisa di sangkal ketika mereka kembali di kehidupan bermasyarakat, apa yang nampak tadi akan sirna karena status.Apakah sudah tak penting lagi ibadah yang nyata dalam keyakinan , bagaimana kita dapat menghargai,menghormati dan takut akan Tuhan yang tidak kelihatan kalau dengan sesama saja kita sering memandang sebelah mata. Beribadah ke tempat suci adalah wajib namun yang terpenting adalah bagaimana kita mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar